Ancaman siber modern berkembang jauh lebih cepat dibandingkan beberapa tahun lalu. Penyerang tidak lagi hanya mengandalkan malware sederhana, tetapi memanfaatkan kredensial yang sah, lalu lintas terenkripsi, hingga teknik living off the land untuk menyusup dan bergerak di dalam jaringan tanpa mudah terdeteksi.
Dalam situasi seperti ini, memiliki solusi SIEM (Security Information and Event Management) saja belum tentu cukup. Tim keamanan membutuhkan konteks yang lebih lengkap agar dapat memahami apa yang sebenarnya terjadi di seluruh lingkungan TI. Di sinilah integrasi antara Gigamon Deep Observability Pipeline dan CrowdStrike Falcon Next-Gen SIEM memberikan nilai tambah yang signifikan.
Mengapa Data Endpoint Saja Tidak Lagi Memadai?
Banyak organisasi mengandalkan data dari endpoint, log aplikasi, dan identitas pengguna untuk mendeteksi ancaman. Informasi tersebut memang penting, tetapi sering kali belum mampu menggambarkan aktivitas yang berlangsung di tingkat jaringan.
Sebagai contoh, endpoint mungkin hanya menunjukkan bahwa sebuah proses PowerShell dijalankan. Namun, tanpa visibilitas jaringan, analis belum tentu mengetahui server tujuan, komunikasi DNS yang dilakukan, karakteristik koneksi TLS, atau pola komunikasi lain yang mengindikasikan aktivitas berbahaya.
Keterbatasan inilah yang menciptakan blind spot dalam proses investigasi keamanan.
Apa Itu Deep Observability?
Deep Observability merupakan pendekatan yang menghadirkan visibilitas lebih dalam terhadap lalu lintas jaringan, aplikasi, hingga komunikasi antarsistem di lingkungan fisik, virtual, cloud, maupun hybrid cloud.
Melalui Gigamon Deep Observability Pipeline, data jaringan dikumpulkan, dioptimalkan, kemudian diubah menjadi metadata bernilai tinggi atau Application Metadata Intelligence (AMI). Metadata ini mencakup informasi mengenai aplikasi, layanan, DNS, TLS, hingga pola komunikasi yang dapat digunakan sebagai konteks tambahan dalam proses analisis keamanan.
Alih-alih mengirim seluruh paket data jaringan ke SIEM, solusi ini hanya meneruskan metadata yang benar-benar relevan sehingga proses analisis menjadi lebih efisien.
Integrasi dengan CrowdStrike Falcon Next-Gen SIEM
Ketika metadata jaringan dari Gigamon dikombinasikan dengan telemetri endpoint, identitas, dan log yang dimiliki CrowdStrike Falcon Next-Gen SIEM, tim Security Operations Center (SOC) memperoleh gambaran yang jauh lebih utuh.
Analis tidak perlu lagi berpindah-pindah antaralat untuk mencari konteks tambahan. Seluruh informasi penting dapat dikorelasikan dalam satu platform sehingga investigasi berlangsung lebih cepat dan akurat.
Deteksi Ancaman Menjadi Lebih Akurat
Salah satu tantangan terbesar dalam keamanan siber adalah membedakan aktivitas normal dengan aktivitas yang benar-benar berbahaya.
Misalnya, seorang pengguna berhasil melakukan autentikasi menggunakan kredensial yang valid. Dari sisi identitas, aktivitas tersebut tampak normal. Namun, jika pada saat yang sama metadata jaringan menunjukkan adanya koneksi ke server yang tidak biasa, lonjakan lalu lintas antarsegmen jaringan (East-West traffic), atau komunikasi terenkripsi menuju domain mencurigakan, maka indikator tersebut dapat menjadi sinyal adanya kompromi.
Kombinasi berbagai sumber data membantu mengurangi false positive sekaligus meningkatkan akurasi deteksi ancaman.
Mempercepat Investigasi Insiden
Kecepatan respons menjadi faktor penting dalam meminimalkan dampak serangan siber.
Tanpa konteks jaringan, analis sering kali harus membuka beberapa aplikasi berbeda untuk mencari rekaman paket, log jaringan, maupun data DNS sebelum dapat memahami kronologi serangan.
Dengan integrasi Gigamon dan CrowdStrike, informasi tersebut sudah tersedia langsung di dalam Falcon Next-Gen SIEM. Hal ini memungkinkan tim keamanan menjawab pertanyaan penting seperti:
- Server mana yang dihubungi perangkat yang terinfeksi?
- Domain apa yang diakses selama serangan berlangsung?
- Apakah terjadi komunikasi melalui protokol SMB atau RDP?
- Adakah indikasi perpindahan lateral (lateral movement) ke sistem lain?
Semakin cepat jawaban diperoleh, semakin kecil peluang penyerang memperluas serangan.
Mengurangi Blind Spot pada Hybrid Cloud
Saat ini banyak organisasi menjalankan aplikasi di lingkungan hybrid cloud yang terdiri dari pusat data, cloud publik, cloud privat, hingga container.
Lingkungan yang kompleks tersebut sering kali menyulitkan tim keamanan memperoleh visibilitas menyeluruh.
Gigamon membantu mengumpulkan metadata dari berbagai lingkungan sehingga CrowdStrike Falcon Next-Gen SIEM dapat melakukan korelasi terhadap aktivitas yang sebelumnya tersebar di banyak lokasi. Pendekatan ini membuat organisasi memiliki pandangan yang lebih konsisten terhadap seluruh aset digitalnya.
Efisiensi Biaya SIEM
Selain meningkatkan keamanan, integrasi ini juga membantu mengoptimalkan biaya operasional SIEM.
Salah satu tantangan penggunaan SIEM adalah tingginya biaya penyimpanan dan pemrosesan log. Tidak semua data jaringan memiliki nilai yang sama untuk keperluan investigasi.
Gigamon memungkinkan organisasi melakukan penyaringan dan optimasi sebelum data dikirim ke SIEM. Hanya metadata yang relevan dan bernilai tinggi yang diteruskan untuk dianalisis.
Pendekatan ini memberikan beberapa keuntungan:
- Mengurangi volume data yang diindeks.
- Menekan biaya penyimpanan log.
- Mengurangi noise yang mengganggu proses analisis.
- Membantu analis lebih fokus pada indikator ancaman yang benar-benar penting.
Dengan demikian, organisasi dapat memperoleh visibilitas yang lebih baik tanpa harus meningkatkan biaya secara signifikan.
Kesimpulan
Di tengah meningkatnya kompleksitas ancaman siber, visibilitas menjadi salah satu fondasi utama pertahanan keamanan modern. Data endpoint, identitas, dan log tetap penting, tetapi akan jauh lebih bernilai ketika diperkaya dengan telemetri jaringan yang memberikan konteks tambahan.
Integrasi antara Gigamon Deep Observability Pipeline dan CrowdStrike Falcon Next-Gen SIEM memungkinkan organisasi mendeteksi ancaman lebih cepat, mempercepat investigasi insiden, mengurangi blind spot pada lingkungan hybrid cloud, sekaligus mengoptimalkan biaya pengelolaan SIEM.
Bagi perusahaan yang ingin membangun Security Operations Center (SOC) yang lebih efektif, menggabungkan visibilitas jaringan dengan analitik keamanan berbasis AI merupakan langkah strategis untuk menghadapi ancaman siber yang terus berkembang.
Gigamon Indonesia, bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, merupakan mitra terpercaya dalam menghadirkan solusi network visibility dan deep observability untuk membantu organisasi memperoleh visibilitas menyeluruh terhadap infrastruktur TI yang semakin kompleks. Sebagai Partner Resmi Gigamon, kami menyediakan solusi yang memungkinkan pemantauan, optimalisasi, dan pengamanan lalu lintas jaringan di lingkungan data center, cloud, maupun hybrid cloud.
Lebih dari sekadar penyedia lisensi resmi, kami juga berperan sebagai vendor dan distributor terpercaya untuk berbagai kebutuhan observabilitas jaringan dan keamanan siber. Didukung oleh tim profesional yang berpengalaman, kami menghadirkan layanan end-to-end mulai dari konsultasi, asesmen infrastruktur, perencanaan, implementasi, integrasi, hingga dukungan teknis dan layanan purna jual yang responsif, sehingga setiap solusi dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional organisasi.
Dengan teknologi Gigamon yang canggih, organisasi dapat memperoleh visibilitas yang lebih mendalam terhadap seluruh trafik jaringan, mengoptimalkan kinerja berbagai tools keamanan dan monitoring, mempercepat deteksi serta investigasi ancaman, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. Solusi ini membantu mengurangi blind spot pada jaringan, meningkatkan performa sistem keamanan, mendukung kepatuhan terhadap regulasi, serta memastikan infrastruktur TI tetap andal, aman, dan siap menghadapi tantangan transformasi digital.
Bersama Gigamon Indonesia, Anda tidak hanya memperoleh teknologi observabilitas jaringan kelas dunia, tetapi juga partner strategis yang berkomitmen membantu organisasi membangun infrastruktur digital yang lebih aman, efisien, dan berdaya saing. Dengan visibilitas yang lebih baik terhadap seluruh lingkungan TI, Anda dapat mengambil keputusan yang lebih cepat, meningkatkan ketahanan operasional, dan fokus pada pertumbuhan bisnis.
